Pusing milih Earl Grey buat ngemil sore? Tenang, kamu nggak sendirian. Banyak yang bingung bedain Twinings sama Dilmah. Mari kita bedah rasa keduanya biar kamu bisa pilih sesuai selera, bareng camilan favoritmu.
Twinings: Elegance Inggris yang Halus
Twinings itu kayak pria Inggris tua yang berkelas. Earl Grey-nya punya vibe yang lebih lembut dan subtle. Basis tehnya biasanya campuran dari Afrika dan India, bukan murni Ceylon. Aromanya? Bayangkan kulit jeruk bergamot yang baru diparut, tapi dari jarak beberapa meter. Nggak nyerang, tuh. Malah menggoda perlahan.
Kalau kamu mencium sachetnya, wanginya seperti parfum teh yang elegan. Keunggulannya adalah konsistensi. Setiap sachet hampir selalu memberikan rasa yang sama, prediksi yang aman buat sore yang tenang.

Rasa di Lidah: Lembut tapi Berlapis
Minum Twinings itu seperti dengar musik klasik dengan volume sedang. Rasa bergamotnya ada, tapi nggak mendominasi. Basis tehnya smooth, minim astringensi. Cocok buat kamu yang nggak suka teh yang terlalu “galak”.
Kamu masih bisa ngerasain body tehnya, tapi tetap ringan. Aftertaste-nya bersih, ada sentuhan floral tipis yang bikin nyaman di tenggorokan. Sempurna buat minum tanpa gula. Saya sering nambahin sedikit susu, dan hasilnya tetap balanced.
Dilmah: Karakter Sri Lanka yang Berani
Kalau Twinings adalah gentleman, Dilmah adalah petani teh Sri Lanka yang penuh semangat. Mereka pakai 100% Ceylon tea sebagai basis, dan itu berasa banget perbedaannya. Aromanya langsung nendang begitu kantong tehnya dibuka. Wangi bergamotnya tajam, bright, kayak jeruk segar yang baru dipotong. Nggak malu-malu.
Kamu bisa menciumnya dari jarak jauh. Keunggulannya adalah kejujuran rasa. Nggak banyak kompromi. Ini teh yang punya prinsip kuat, seperti orang yang ngomong apa adanya.

Rasa di Lidah: Kuat dan Berani
Dilmah masuk mulut langsung berasa bold. Rasa bergamotnya jelas dominan, kayak pelukan yang erat tapi hangat. Basis teh Ceylonnya memberikan body yang lebih kuat dan sedikit astringensi yang menyegarkan. Cocok buat kamu yang suka teh “berisi”.
Kamu bakal ngerasakan kejutan citrus yang bright di awal, lalu disusul kekuatan teh hitam yang robust. Aftertaste-nya lebih lama, dengan sentuhan pahit manis yang khas Ceylon. Saya jarang nambahin susu, soalnya rasa tehnya terlalu sayang untuk di-dilute.
Cara Seduh yang Tepat untuk Masing-Masing
Metode seduh itu kunci buat ngeluarkan karakter terbaik. Nggak semua Earl Grey diseduh sama. Beda merek, beda perlakuan. Salah suhu bisa jadi teh jadi murung.
Twinings: Suhu 90°C, Waktu 2-3 Menit
Twinings suka air yang nggak terlalu panas. 90°C itu sempurna. Biarkan 2-3 menit aja. Kalau terlalu lama, rasa bergamotnya bisa jadi pahit. Hasilnya: teh yang smooth dan elegant. Air matang yang didiamkan 2 menit setelah mendidih pas.
Dilmah: Suhu 95°C, Waktu 3-4 Menit
Dilmah butuh air mendidih yang lebih panas. 95°C atau bahkan 100°C oke-oke aja. Steep 3-4 menit biar Ceylonnya benar-benar keluar. Hasilnya: bold dan memuaskan. Jangan takut, teh ini kuat dan nggak gampang pahit.
Camilan Sore yang Pas
Teh time tanpa camilan itu kayak film tanpa soundtrack. Nggak lengkap. Tapi hati-hati, salah pilih camilan bisa bunuh rasa teh. Matchmaking yang tepat itu penting.
Twinings pas banget dengan:
- Scone dengan krim dan selai lemon (echo citrus-nya)
- Madeleine vanilla (menyelaraskan lembutnya)
- Kue kering almond (nambah dimensi nutty)
Dilmah lebih cocok dengan:
- Shortbread (gurihnya nyeimbangin kuatnya teh)
- Egg tart (manisnya di-cut sama astringensi)
- Cokelat dark 70% (pertarungan rasa yang seru)
Head-to-Head: Spesifikasi Nyata
Mari kita lihat data konkretnya biar lebih jelas bedanya. Angka-angka ini dari pengalaman nyata dan spesifikasi teknis.
| Aspek | Twinings Earl Grey | Dilmah Earl Grey |
|---|---|---|
| Origin Teh | Blend (Afrika, India) | 100% Ceylon (Sri Lanka) |
| Intensitas Bergamot | Medium (12-15% ekstrak) | High (18-22% ekstrak) |
| Body | Light-Medium | Medium-Full |
| Astringensi | Rendah | Sedang-Tinggi |
| Best Brew Temp | 90°C | 95-100°C |
| Price per Sachet | Rp 3.500 – 5.000 | Rp 2.500 – 4.000 |
Verdict: Kamu yang Pilih, Sesuai Mood Sore-mu
Jadi, mana yang menang? Jawabannya: tergantung kamu lagi ingin yang mana. Nggak ada yang absolut salah. Ini soal preferensi, bukan kualitas.
Mau me time santai dengan buku? Twinings. Butuh energi boost sebelum deadline malam? Dilmah. Mood yang berbeda butuh teh yang berbeda.
Kalau kamu tipe yang suka comfort dan elegansi, Twinings bakal jadi teman setia. Tapi kalau kamu butuh character dan kejujuran rasa yang tegas, Dilmah jawabannya. Saya sendiri punya dua kotak di dapur.
Twinings buat tamu yang mau kenalan dengan Earl Grey. Dilmah buat saya sendiri saat butuh “teh yang beneran teh”. Jadi, coba keduanya. Lihat mana yang bikin soremu lebih berwarna. Selamat mencicip!




