Bosan dengan kopi yang cuma “asam” atau “pahit” doang? Ngerti banget rasanya. Kadang kita butuh kopi yang nyegat, punya karakter, dan bikin lidah berhenti sejenak bukan cuma meluncur. Nah, Kopi Liong Bulan dari Bogor ini jawabannya. Bukan kopi untuk yang suka main aman.
Aroma yang Langsung Menyambut di Pintu
Baru buka kemasan Liong Bulan, aroma gula merah bakar langsung menyerbu. Bukan lembut, tapi nyegat. Ada nuansa kayu manis tipis-tipis, kayak rumah yang lagi masak wedang jahe di pagi hujan.
Kalau kopi lain kadang harus digosong dulu baru keluar aroma, Liong Bulan ini malah udah nyaring dari bentuk biji. Saya pernah coba cium biji Liong Bulan yang masih utuh, aromanya udah kayak kopi yang baru di-seduh. Unik banget.

Rasa di Lidah: Pahit yang Berbalas Manis
Siap-siap, ini bukan kopi untuk yang baru belajar minum kopi. Tapi bukan pahitnya yang bikin meringis, lebih ke boldness yang tegas. Pertama teguk, lidah langsung disambut rasa cokelat hitam 80% yang meleleh.
Body yang Kental seperti Karamel
Body-nya full banget, nempel di lidah. Ada aftertaste gula aren yang nempel di tenggorokan, manisnya nggak palsu tapi alami dari proses roasting-nya. Saya pernah coba pakai French press, body-nya jadi kayak minum kopi cokelat pekat.
Kalau di V60, rasa cokelatnya lebih terangkat, tapi tetap ada oily feel-nya yang khas Robusta. Ya, ini memang kopi Robusta asli Bogor yang diolah dengan cara tradisional.
Asal Usul yang Nggak Mainstream
Liong Bulan ini bukan nama daerah atau varietal. Ini adalah brand legendaris yang udah ada sejak tahun 1970-an, didirikan oleh Bapak Liong di daerah Bubulak, Bogor. Konon, resep roasting-nya turun-temurun dan tetap dijaga rahasianya.
Kopi biji berasal dari petani di sekitar Puncak Bogor, tapi proses blending dan roasting-nya yang bikin spesial. Mereka pakai mesin roasting tua yang temperaturnya manual, jadi setiap batch punya nuansa sedikit berbeda. Itu yang bikin setiap ngopinya jadi pengalaman.
Cara Seduh yang Bikin Makin Cinta
Nggak perlu alat mahal. Liong Bulan ini sebenarnya diciptakan untuk seduhan kopi tubruk tradisional. Tapi kalau mau eksperimen, ini rekomendasi saya:
- Tubruk Klasik: 2 sendok makan kopi, 200ml air panas 95°C. Tunggu 3 menit, aduk, tunggu lagi 2 menit. Simple tapi dapet rasa paling otentik.
- French Press: Ratio 1:15, coarse grind. Steep 4 menit. Dapet body paling tebal dan oily.
- V60: Medium grind, 1:16, air 92°C. Pour slow. Hasilnya lebih bersih tapi tetap bold.
- Avoid espresso machine kalau nggak mau rasa jadi terlalu pahit dan hitam legam.
Yang penting, jangan pakai air mendidih. Liong Bulan ini sensitif suhu. Air terlalu panas bikin rasa jadi ashy dan kebakaran.
Perbandingan: Liong Bulan vs Kopi Lokal Lain
Biar lebih jelas, ini perbandingan singkat berdasarkan pengalaman saya nyicipin kopi-kopi lokal:
| Karakter | Liong Bulan | Kopi Kapal Api | Kopi Toraja Sapan |
|---|---|---|---|
| Aroma | Gula merah bakar, kayu manis | Karamel, rosmarin | Bunga, asam ringan |
| Body | Full, oily | Medium | Medium-light |
| Acidity | Low | Medium-low | High |
| Aftertaste | Manis gula aren | Pahit manis | Bersih, floral |
Jelas beda kan? Liong Bulan itu the odd one out yang punya karakter paling jantan.
Kapan Waktu yang Tepat Minum Liong Bulan?
Bukan kopi buat sore-sore santai. Ini kopi untuk:
- Pagi buta jam 6, butuh wake up call yang nyata
- Saat hujan deras dan kamu butuh sesuatu yang warming
- Setelah makan malam berat, sebagai penutup yang kuat
- Saat brainstorming butuh fokus tanpa diganggu rasa asam

Varian dan Harga: Masih Terjangkau
Liong Bulan punya beberapa varian:
- Liong Bulan Original: Klasik, paling bold. Harga sekitar Rp 35.000-45.000 per 250gr.
- Liong Bulan Premium: Biji lebih besar, roasting lebih halus. Rp 50.000-60.000 per 250gr.
- Liong Bulan Gold: Campuran Arabica dan Robusta, lebih halus. Rp 65.000-75.000 per 250gr.
Untuk kopi legendaris, harganya masih terjangkau banget. Bisa didapat di toko kopi tradisional di Bogor atau marketplace online.
Kesimpulan: Untuk Para Pencari Kopi Berjiwa
Liong Bulan bukan untuk semua orang. Kalau kamu suka kopi smooth dan fruity, mungkin bakal kaget. Tapi kalau kamu penggemar kopi yang punya jati diri, yang nggak takut pahit tapi tetap berbalas manis, ini adalah hidden gem.
Kopi Liong Bulan itu seperti lagu rock lawas: keras, penuh karakter, dan nggak perlu diperhalus untuk diterima. Minum ini, kamu minum sejarah.
Saya sendiri selalu punya stok satu paket di rumah. Bukan buat minum setiap hari, tapi buat saat-saat butuh reminder bahwa kopi itu nggak melulu soal asam dan floral. Kadang kita butuh yang straight to the point kayak Liong Bulan.
Jadi, berani coba?




