Kalau kamu baru mau terjun ke dunia kopi manual, pertanyaan paling umum yang muncul pasti: “V60 vs French Press, mana yang harus kubeli dulu?” Dua alat ini kayak pilihan antara belajar membalap motor atau naik sepeda ontel—keduanya bisa antar kamu ke tujuan, tapi sensasinya beda banget. Santai, aku pernah di posisi itu. Setelah nyobain berkali-kali dan ngomong sama barista di kedai langganan, aku bisa bilang: jawabannya tergantung selera rasa dan gaya hidup kamu.
Mengenal Dua Jagoan Ini dari Dekat
Sebelum kita bahas rasa, yuk kenalan dulu sama karakter masing-masing alat. Karena meski sama-sama manual, cara kerja mereka beda kelas.
V60: Si Elegan dari Hario
V60 itu cuma dripper keramik/kaca/plastik berbentuk corong V dengan sudut 60 derajat—makanya namanya V60. Cara kerjanya, kamu taruh kertas filter di dalamnya, masukin bubuk kopi, lalu menuangkan air panas secara perlahan. Teknik ini disebut pour over. Air akan mengalir melalui kopi, mengekstrak rasa, dan menetes langsung ke cangkir atau server yang ada di bawahnya.
Yang bikin V60 menarik adalah kontrol penuh yang kamu miliki. Kecepatan aliran air, teknik menuang, bahkan gerakan tanganmu semua berpengaruh ke hasil akhir. Tapi, itu juga berarti ada ruang buat error kalau kamu masih canggung.
French Press: Si Jagoan Praktis
French Press bekerja dengan metode immersion—artinya kopi dan air disatukan dalam satu wadah dan direndam bersamaan. Kamu cukup masukin bubuk kopi, tuang air panas, tutup, tunggu 4 menit, lalu tekan piston plunger ke bawah. Ampas akan tersaring di dasar, dan kopi siap dinikmati.
Tidak ada teknik menuang yang rumit, tidak perlu alat tambahan selain kettle biasa. French Press itu set it and forget it. Kamu bisa sambil goreng telur atau ngecek Instagram sambil nunggu kopi siap.
Perbandingan Karakter Rasa: Mana yang Lebih Menggoda?
Ini bagian paling krusial. Karena pada akhirnya, semua balik ke lidah kamu.
Rasa V60: Jernih, Cerah, Kompleks
Kopi dari V60 punya karakter clean cup yang bikin kamu bisa merasakan setiap nuansa rasa dari biji kopinya sendiri. Kalau kamu pakai kopi single origin dari Ethiopia, kamu bakal ngeh aroma bunga, buah berry, dan sedikit citrus yang nyegat. Body-nya lebih ringan, seperti minum jus buah segar—bukan cairan pekat.
Kertas filter V60 menyerap minyak kopi (coffee oil) dan menyaring sedimen halus. Hasilnya? Kopi yang bening, tidak keruh, dan aftertaste-nya segar. Cocok banget buat kamu yang suka eksplorasi rasa dan ngeh perbedaan tiap origin.
Rasa French Press: Pejal, Bold, dan Sedikit “Gritty”
French Press menghasilkan kopi dengan body penuh dan tekstur kaya karena minyak kopi tidak tersaring. Rasanya bold, pekat, dan ada seduhan rasa cokelat atau karamel yang kuat. Bayangkan minum hot chocolate versi dewasa—itu kira-kira sensasinya.
Tapi, hati-hati. Karena tanpa filter kertas, sedimen halus (fines) seringkali lolos. Jadi di tegukan terakhir, kamu mungkin ngerasakan bubuk kopi halus yang sedikit mengganggu. Bagi sebagian orang, ini malah jadi ciri khas yang dinikmati.

Tingkat Kesulitan: Mana yang Lebih Ramah Pemula?
Secara teori, French Press lebih mudah. Tapi praktiknya, kedua alat punya learning curve-nya sendiri.
V60 butuh koordinasi mata-tangan yang baik. Kamu harus punya gooseneck kettle untuk kontrol aliran air, mengerti konsep bloom, pouring dalam fase, dan timing yang tepat. Kalau kamu terlalu cepat menuang, kopi under-extracted dan rasanya asam tajam. Terlalu lambat? Jadi pahit menyengat.
French Press lebih maafkan kesalahan. Waktu dan rasio yang kurang tepat masih menghasilkan kopi yang cukup enak. Tapi kamu harus hati-hati dengan grinding—kalau terlalu halus, plunger bakal susah ditekan dan kopi pahit. Terlalu kasar? Rasanya encer seperti air teh.
Tip dari aku: Kalau kamu tipe yang sabang dan suka eksperimen, V60 bakal jadi teman seru. Tapi kalau kamu butuh kopi enak tanpa drama di pagi hari, French Press adalah jawabannya.
Waktu dan Proses Seduh: Praktikalitas Sehari-hari
V60 butuh waktu total sekitar 3-4 menit dari mulai menuang hingga tetes terakhir. Tapi, kamu harus standby dari awal sampai akhir. Tidak bisa ninggalin alat. French Press butuh 4 menit steeping plus waktu memasukkan bubuk dan menekan plunger—total sekitar 5-6 menit. Tapi kamu bisa multitasking selama 4 menit itu.
Untuk V60, kamu butuh:
- V60 dripper
- Kertas filter
- Gooseneck kettle (penting banget!)
- Grinder (kalau mau yang terbaik)
- Timer
Untuk French Press, cukup:
- French Press itu sendiri
- Kettle biasa (bisa rice cooker)
- Grinder (opsional, tapi direkomendasikan)
Harga dan Aksesibilitas: Dompet Nggak Menjerit
V60 sangat ramah kantong. Dripper-nya mulai dari Rp 150 ribuan untuk versi plastik, kertas filter sekitar Rp 50 ribu per 40 lembar. Tapi, kamu mungkin harus investasi gooseneck kettle mulai Rp 300 ribuan.
French Press lebih mahal. Yang bagus dari Bodum atau Hario sekitar Rp 400-600 ribuan. Tapi kamu tidak perlu beli alat tambahan apa-apa. Satu kali beli, pakai bertahun-tahun. Dan kamu bisa pakai untuk menyeduh teh juga—multifungsi.
Kebersihan dan Perawatan: Deal Breaker Bagi Sebagian Orang
V60 menang telak di sini. Setelah selesai, buang kertas filter berisi ampas, bilas dripper, selesai. Praktis. Kamu nggak perlu sentuh ampas kopi sama sekali.
French Press agak ribet. Kamu harus buang ampas yang masih basah (bisa pake sendok), bilas sisa-sisa di dasar, lalu cuci plunger-nya. Ampasnya lengket dan sering nyumbat wastafel kalau kamu sembarangan buang. Tapi ada trik: tuang ampas ke saringan atau langsung ke tanaman sebagai kompos.
Kesimpulan: Mana yang Cocok untuk Kamu?
Pilihan ini sangat personal. Tapi biar lebih jelas, cek tabel perbandingan lengkap di bawah ini:
| Aspek | V60 | French Press |
|---|---|---|
| Karakter Rasa | Jernih, cerah, kompleks, body ringan | Pejal, bold, penuh body, oily |
| Tingkat Kesulitan | Menengah-Sulit (butuh teknik) | Mudah (set it and forget it) |
| Waktu Total | 3-4 menit (aktif standby) | 5-6 menit (bisa multitask) |
| Harga Alat | Rp 150 ribu++ (butuh kettle tambahan) | Rp 400 ribu++ (sekali beli) |
| Kebersihan | Sangat mudah (buang filter) | Agak ribet (ampas basah) |
| Best For | Eksplorasi rasa, single origin | Kopi pekat praktis, daily driver |

Rekomendasi Akhir dari Seorang Kawan
Kalau kamu pemula murni dan mau kopi enak tanpa drama, mulai dari French Press. Kamu bisa fokus ke variabel lain seperti rasio dan waktu tanpa pusing teknik menuang. Setahun kemudian, kalau sudah penasaran, beli V60 sebagai upgrade.
Tapi kalau kamu tipe yang suka proses dan detail, langsung saja ke V60. Ya, learning curve-nya lebih curam, tapi sensasi menuang air sambil lihat bloom yang mengembang itu terapijik. Dan rasa yang dihasilkan bikin kamu merasa seperti barista sejati.
Ingat: alat hanya alat. Kualitas biji kopi dan grinder yang bagus justru lebih penting. Kalau pakai kopi buruk, V60 sekalipun tidak bisa menyelamatkan.
Semoga obrolan ini membantu keputusanmu. Yang penting, mulai aja dulu. Kopi terbaik adalah kopi yang kamu seduh sendiri di rumah. Selamat mencoba!




